Anak Harus di Edukasi dengan Mainan Anak

mainan anakBanyak orang tua yang membelikan mainan untuk anaknya dengan tujuan hanya untuk menyenangkan anaknya. Padahal saat ini sudah tersedia banyak sekali toko mainan yang menyediakan mainan anak yang tidak hanya bisa digunakan untuk bermain, tetapi juga bisa digunakan sebagai sarana belajar anak sejak dini. Misalnya saja puzzle yang di lengkapi dengan huruf atau angka. Para orang tua bisa saja mengajarkan sang anak menyusun puzzle tersebut sambil mengucapkan huruf atau angka yang tertera pada puzzle tersebut.

Berikut ini adalah manfaat dari mainan edukatif:

  • Melatih kemampuan motorik

Mainan anak yang dapat merangsang kemampuan motorik halus dan kasar pada anak. Rangsangan motorik halus terjadi ketika anak meraba atau mengambil mainannya. Rangsangan motorik kasar terjadi ketika anak sedang memainkan mainannya, misalkan ketika melempar bola.

  • Melatih konsentrasi

Ketika seorang anak diberikan mainan anak seperti puzzle, maka sang anak akan berkonsentrasi untuk menyelesaikan puzzle tersebut, hal itu akan melatih konsentrasi anak sejak dini. Tapi yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah ada tahap-tahapan puzzle yang harus disesuaikan dengan umur anak.

  • Mengenal Warna dan Bentuk

Mengajak anak bermain mainan anak balok kayu yang memiliki berbagai bentuk (misalkan segitiga, lingkaran, kotak, dsb) akan mempermudah orang tua dalam memperkenalkan berbagai bentuk pada sang anak. Balok kayu yang biasanya juga memiliki warna berbagai macam juga akan mempermudah orang tua dalam mengajari berbagai macam warna pada anak.

  • Mengenal konsep sebab akibat

Ketika anak belajar menyusun balok kayu atau sejenis puzzle yang lain, anak secara tidak langsung akan mulai mengenal konsep sebab akibat. Ketika anak meletakkan balok pada sisi yang lain, maka bentuk yang di hasilkan akan berbeda. Setiap anak merubah peletakan posisi balok, maka bentuk yang di hasilkan juga akan selalu berubah.

  • Melatih bahasa dan Wawasan

Berikan mainan anak yang dapat mengembangkan imajinasi anak, sehingga anak akan terpacu untuk bercerita tentang mainannya. Ketika anak bercerita tentang mainannya, hal itu secara tidak langsung akan meningkatkan kemampuan bicara anak, melatih bahasa dan wawasan anak.

Tapi walaupun begitu, orang tua juga tetap harus memperhatikan, apakan mainan tersebut sudah sesuai dengan umur sang anak. Biasanya pada setiap mainan akan dilengkapi dengan keterangan untuk anak umur berapa mainan tersebut di tujukan. Jangan membeli mainan yang tidak sesuai dengan umurnya, misalkan membelikan mainan anak umur 3 tahun dengan mainan yang memiliki keterangan 5+.

Jangan sampai niat mau mengajari anak sejak dini, tapi justru berdampak negatif pada anak. Ketika orang tua mengajari anak sambil bermain, buat suasana bahwa sang anak sedang bermain, bukan belajar. Mainan anak yang edukatif, aman dan nyaman adalah pilihan utama untuk anak Anda. Yv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE