Apakah Benar Video Games Baik untuk Anak?

mainan gameBermain ke taman hiburan keluarga di Jakarta boleh jadi merupakan salah satu pilihan berakhir pekan terbaik untuk melatih tumbuh kembang anak. Pasalnya, beragam manfaat—seperti mendapat ilmu pengetahuan serta melatih kecerdasan motorik—akan Si Kecil dapatkan dari tempat tersebut. Anak pun bisa berlatih interaksi melalui aktivitas berkenalan atau bermain bersama anak-anak lain yang ada di tempat itu.

Namun, menumbuhkan kepekaan dan membentuk karakteristik anak tidak selalu harus di luar rumah. Bisa dikatakan, relasi antara orang tua dan anak menyumbang dampak yang lebih besar terhadap perkembangan diri anak. Sejumlah riset yang dilakukan oleh beberapa ahli psikologi membuktikan bahwa bermain video games bersama anak memiliki banyak sekali dampak baik. Bagaimana bisa, padahal selama ini video games lekat sekali dengan efek buruk—seperti kecanduan? Simak penjelasannya pada paragraf selanjutnya, ya.

Hal pertama yang ‘diajarkan’ oleh video games pada anak adalah sifat kooperatif. Melalui permainan ini, anak (bersama orang tua atau saudaranya) akan bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang sama. Di sinilah anak belajar untuk saling membantu, sekaligus menurunkan egonya sendiri, untuk mencapai suatu hal yang diinginkan bersama. Dikutip dari Forbes, para peneliti dari Arizona State University pun menyatakan bahwa video games diciptakan untuk dibagi, dinikmati bersama-sama. Video games pula bisa menjadi media pembelajaran soal sains, literasi, dan pemecahan masalah pada anak. Di saat yang sama, orang tua secara perlahan dapat menerapkan ‘teaching moment’ mereka sendiri pada anak.

Assistant research professor di Sanford School and Family Dynamics menambahkan bahwa video games dapat menjadi “a point of conversation” antara orang tua dan anak. Sehingga, aktivitas ini dapat menumbuhkan ikatan keluarga. Ketika anak beranjak remaja—misalnya masuk SMP—anak akan mulai mencari jati dirinya. Pada proses ini, anak lazimnya mulai menjauhkan diri dengan orang tua karena merasa sudah besar. Bila Anda terbiasa bermain video games bersama anak sejak ia kecil, permainan ini bisa menjadi media komunikasi antara Anda dan anak Anda yang sudah beranjak remaja.

Sebuah artikel di The Journal of Adolescent Health pula menambahkan bahwa anak-anak yang bermain video games dengan orang tuanya memiliki keterkaitan dengan penurunan perilaku agresif anak. Sehingga, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang santun. Masih dari artikel penulis yang sama, video games juga sebenarnya memiliki sedikit keterkaitan antara orang tua dan anak perempuan. Jadi, tidak hanya anak laki-laki saja yang boleh bermain vdeo games bersama orang tua.

Bagaimana? Apakah Anda terpikir untuk sesekali menggunakan media video games dalam membentuk karakter anak? Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.