Beberapa Mitos Tentang Stroke yang Harus Diklarifikasi

Bagi Anda yang sudah menginjak usia kepala empat, pastinya Anda sudah mulai khawatir dengan kondisi kesehatan Anda. Bahkan ada yang merasa takut dan juga phobia menghadapi masalah kesehatannya. Memang, Anda sudah terdaftar dalam asuransi kesehatan untuk jaminan proteksi dan berjaga-jaga. Hanya saja, kekhawatiran itu tetap menghantui, terutama dengan penyakit-penyakit ‘khas orang tua’ yang beredar di masyarakat. Mulai dari rabun, bungkuk, bahkan stroke!

Penyakit Stroke

Stroke sendiri sering menjadi momok bagi para orang tua karena stroke merupakan penyakit yang memiliki risiko kematian tertinggi dibanding penyakit lainnya. Sayangnya, mitos yang beredar di masyarakat tentang stroke sudah merajalela dan harus diklarifikasi. Simak artikelnya agar tidak salah pemahaman.

  1. Stroke merupakan penyakit yang tidak bisa dicegah. Hal ini mungkin sering terdengar di masyarakat. Hampir sebagian besar orang menyangka bahwa stroke merupakan penyakit yang menjadi ‘takdir’ seseorang dan sama sekali tidak bisa dicegah. Padahal, kenyataannya stroke merupakan penyakit yang bisa dicegah dan juga dihindari. Caranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, rajin berolahraga, dan menghindari rokok. Dengan begitu, stroke bisa dicegah.
  2. Stroke merupakan penyakit yang tidak bisa diobati. Sekali menderita, maka selamanya penderita akan terjebak dengan penyakit ini. Namun, siapa yang bisa menjamin fakta ini? Pasalnya, stroke sesungguhnya merupakan penyakit yang bisa diobati. Anda bisa mengobati stroke dengan menggunkan tindakan medis dan juga terapi. Terlebih jika stroke yang diderita masih dalam tahap awal. Untuk itu, jika Anda sudah terdeteksi stroke, sebaiknya langsung minta bantuan dokter untuk mengobatinya.
  3. Hanya orang tua yang bisa terserang stroke. Stroke merupakan penyakit yang menjadi momok untuk para orang tua dan banyak yang menyangka ketika usia sudah renta, maka penyakit stroke rentan menyerang. Kenyataannya, stroke dapat menyerang siapa saja, bahkan anak muda sekali pun. Biasanya, yang mudah terserang penyakit ini adalah mereka yang menerapkan gaya hidup tidak sehat, tidak menjaga pola makan, malas olah raga, atau bahkan merokok. Tidak hanya itu, faktor genetik pun berperan pada penurunan penyakit stroke.
  4. Penyakit ini menyerang area jantung. Entah bagaimana awal mulanya, tidak sedikit masyarakat yang menyangka bahwa stroke muncul karena ada gangguan di area jantung. Padahal, hal ini jelas salah karena stroke terjadi di area pembuluh darah otak, entah itu karena pecahnya pembuluh darah atau karena penyumbatan di pembuluh darah otak.
  5. Pengidap hipertensi sudah pasti akan terserang stroke. Hal ini tentu saja tidak benar, meski tidak sepenuhnya salah. Hipertensi memang dapat meningkatkan risiko stroke, namun bukan berarti semua penderita hipertensi akan mengidap stroke.

Itu dia beberapa mitos yang salah tentang penyakit stroke. Setelah membaca artikel ini, semoga Anda tidak terjebak dalam sesat pikir tentang stroke ini, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE