Beragam Jenis Alat Pemanas Air di Indonesia

Alat pemanas air atau water heater kini makin banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Ini dikarenakan penggunaannya yang praktis serta harganya yang tidak terlalu mahal. Teknologi water heater sendiri saat ini makin berkembang. Bila tadinya pemanas air hanya menggunakan tenaga listrik, sekarang ada beberapa pemanas air dengan sumber tenaga berbeda yang bisa menjadi pilihan. Misalnya saja pemanas air tenaga surya atau solar water heater, pemanas air tenaga uap (heat pump water heater), pemanas air tenaga gas (gas water heater), dan pemanas air penukar panas AC (aircon water heater).

Dengan banyak pilihan seperti itu, maka calon pembeli harus memperhatikan banyak faktor untuk menentukan mana yang terbaik. Mulai dari harga, kenyaman, dan lainnya. Nah, bila Anda berniat untuk memasang water heater di rumah, berikut ini penjelasan cara kerja serta kelebihan dan kekurangan masing-masing water heater yang bisa menjadi pertimbangan:

Pemanas Air Tenaga Listrik (Electric Water Heater)

Pemanas air ini menggunakan listrik sebagai sumber tenaga utamanya. Jenis ini paling banyak dipakai di Indonesia karena harganya yang lebih terjangkau, namun penggunaan listrik sebagai sumber tenaga utama menjadi kelemahannya, mengingat tarif listrik yang semakin naik.

Jenis Alat Pemanas Air di IndonesiaPemanas jenis ini dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni, pemanas air dengan tangki (Tank Electric Water Heater) dan tanpa tangki (Tankless Electric Water Heater). Tank Electric Water Heater berukuran besar dengan bentuk lonjong, yang merupakan tangki untuk menyimpan cadangan air panas yang belum terpakai.

Pada Tankless Electric Water Heater, air tidak ditampung di tangki namun langsung mengalir pada pipa keran. Karenanya, pemanas ini sangat boros listrik, hingga 2.000 watt. Meski ada beberapa pemanas yang hanya menggunakan tenaga listrik sebesar 350-500 watt, namun artinya waktu yang digunakan untuk memanaskan air juga lebih lama.

Pemanas air tenaga gas (Gas Water Heater)

Seperti namanya, pemanas ini mengandalkan gas elpiji untuk memanaskan air. Kelebihan jenis ini adalah kecepatan panasnya yang cukup tinggi. Namun, peminatnya tidak sebanyak pemanas listrik. Ini dikarenakan kebanyakan orang mempertimbangkan harus membeli gas elpiji lagi untuk sumber energinya. Selain itu, pemanas jenis memiliki risiko kebocoran gas yang tentunya bisa sangat berbahaya.

Pemanas air tenaga surya (Solar water heater)

Pemanas jenis ini sebenarnya cocok sekali digunakan di Indonesia karena letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa sehingga berlimpah cahaya matahari. Namun, karena harganya yang lebih mahal, pemanas air solar ini masih belum sepopuler pemanas air listrik. Namun, bila dihitung-hitung biaya operasional dan perawatannya, solar water heater ini bisa jauh lebih murah karena hanya perlu sinar matahari saja sebagai sumber energinya. Ada 2 tipe solar water heater yang kini beredar di pasaran, yaitu solar water heater sistem pasif dan aktif.

Untuk mengantisipasi waktu-waktu tidak ada matahari seperti pada musim penghujan atau malam hari, alat ini dilengkapi dengan pemanas cadangan tenaga listrik. Sehingga Anda masih tetap mendapatkan air panas meski tidak ada matahari.

Pemanas air penukar panas AC (Heat Exchanger Water Heater)

Pemanas ini memanfaatkan udara panas yang dihembuskan oleh compressor AC rumah sebaga sumber tenaga utamanya. Sehingga dianggap sebagai pemanas air yang ramah lingkungan. Pemanas ini dijual tidak dalam bentuk ready use alias harus dirakit sendiri sesuai dengan yang dibutuhkan. Sayangnya tidak banyak orang yang mengerti cara dan teknik merakitnya sehingga sulit untuk mencari tukang yang bisa langsung memasangnya.

Setelah melihat cara kerja dan kelebihan serta kekurangan dari beragam jenis pemanas air tadi, semoga Anda sudah bisa menentukan pilihan. (raw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE