Cerita Manis di Balik Taman Bunga Shibazakura

Cerita Manis di Balik Taman Bunga ShibazakuraPaket internet cepat dan murah yang ditawarkan oleh para provider internet ini memang sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi dan menyebarkannya lagi kepada khalayak luas. Coba saja ingat-ingat, banyak berita dari netizen di belahan dunia lain yang tiba-tiba mencuri perhatian publik melalui internet sebelum akhirnya diangkat oleh media. Seperti kisah seorang suami-istri asal Jepang ini, misalnya. Mereka berhasil mencuri perhatian para pengguna internet karena kisahnya yang menyentuh.

Pasangan itu bernama Toshiyuki Kuroki dan Yasuko Kuroki. Mereka berdua sudah menikah lebih dari 60 tahun. Keduanya tinggal di prefektur Miyazaki dan sehari-hari mereka mengisi waktunya untuk bekerja di peternakan. Setiap hari, mereka bangun sebelum matahari terbit dan merawat sapi-sapi mereka. Semua dilakukan dengan suka cita karena mereka menyimpan satu harapan: ketika pensiun nantinya, they had planned to go on a trip around the country. Atas alasan itulah, Toshiyuki dan Yasuko menyimpan uang yang mereka hasilkan sebagai bekal perjalanan nantinya. Mimpi itu terus mereka pegang sejak awal pernikahan mereka hingga saat ini.

Hanya saja, semesta selalu punya rencana yang kadang tidak terbayangkan oleh kita. Setelah 30 tahun menikah, Yasuko tiba-tiba harus kehilangan kemampuan melihatnya sebagai dampak dari komplikasi diabetes yang dideritanya. Tentunya, berita ini membuat mereka berdua sedih. Bahkan, Yasuko pun mengalami depresi dan menutup dirinya dari dunia. Keinginan mereka berdua untuk bepergian setelah pensiun pun perlahan-lahan terlupakan. Yasuko bahkan tidak bisa lagi melakukan pekerjaannya di peternakan dan harus tinggal di rumah selama Toshiyuki bekerja.

Toshiyuki pun tidak tinggal diam. Ia ingin membuat istrinya kembali ceria lagi dan berniat untuk memberi sesuatu yang akan disukai oleh Yasuko. Pada suatu ketika, he found the answer when he saw people admiring his pink shibazakura flower. Bunga itu tumbuh di halaman rumahnya dan mekar dengan sangat cantik. Saat itu pun Toshiyuki langsung berpikir bahwa jika ia menanam lebih banyak lagi bunga shibazakura, maka orang-orang bisa datang ke rumahnya dan menikmati pemandangan bunga tersebut. Dengan datangnya orang-orang ke rumah, Yasuko pun tidak akan sendirian dan akan memiliki teman. Terlebih lagi, bunga shibazakura ini memiliki wangi manis yang sangat khas, yang bisa dinikmati oleh Yasuko.

And so he quit his dairy farm and began to plant a garden for her.

Toshiyuki rela untuk meninggalkan pekerjaannya di peternakan demi membuat taman bunga shibazakura di halaman rumahnya. Kebetulan, halaman rumahnya sangatlah luas dan mengelilingi bangunan rumah mungil yang ada di bagian tengahnya. Ia bekerja siang dan malam untuk menggemburkan tanah, menanami bibit-bibit bunga shibazakura, dan tak lupa pula merawat Yasuko yang masih belum bisa menerima keadaannya.

Tanpa disangka, bunga-bunga yang ditanamnya mekar dalam waktu yang bersamaan. Soon, the garden began to surround their house. Warna pink dari bunga shibazakura itu menjadi warna dominan yang seolah mengelilingi rumah mereka. Toshiyuki pun membuka tamannya untuk publik dan membiarkan wisatawan untuk mampir, menikmati taman bunganya, dan juga berfoto di sana. Taman bunga shibazakura ini langsung mengundang perhatian publik dan dikunjungi oleh ribuan orang setiap tahunnya. Hal ini tentunya membuat Toshiyuki bangga sekaligus senang.

Namun, bukan hal itu saja yang disyukuri oleh Toshiyuki. Perjuangannya dalam membuat taman bunga ini tidak sia-sia. Istrinya, Yasuko, berhasil bangkit dari depresi dan Toshiyuki berhasil mengembalikan senyum di wajahnya. Sehari-hari, Toshiyuki akan menggandeng Yasuko menyusuri taman bunga yang berhasil dibangunnya, sambil menikmati aroma bunga yang manis.

What a beautiful place.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE