Gluten Free, Apakah Lebih Sehat?

gluten free

image source: Veestro

Kesehatan merupakan salah satu hal utama yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, banyak cara yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan. Misalnya saja dengan mengikuti asuransi kesehatan, menerapkan gaya hidup sehatserta menyortir makanan yang dikonsumsi. Tak bisa dipungkiri, makanan memang merupakan salah satu pengaruh terbesar dalam kesehatan. Karena itu sekarang banyak orang yang beralih mengonsumsi makanan lebih sehat. Begitu pula produsen makanan, mulai banyak yang menyadari kebutuhan masyarakat akan makanan sehat, termasuk makanan yang gluten-free.

Ya, mungkin Anda sudah sering melihat makanan yang berlabel gluten-free di berbagai toko atau bakan online store. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud gluten-free? Apakah makanan yang bebas gluten memang lebih sehat dikonsumsi?

Gluten merupakan salah satu jenis protein yang terdapat dalam gandum dan jenis biji-bijian tertentu seperti gandum hitam dan barley. Tekstur protein ini memang agak kental dan lengket menyerupai lem (glue). Ekstrak gluten salah satunya berbentuk tepung, yakni tepung terigu.

Kenapa beberapa makanan berlabel gluten-free? Apakah protein ini perlu dihindari? Sebenarnya, kebanyakan orang yang menghindari kandungan gluten adalah orang-orang yang memiliki penyakit celiac atau intoleransi gluten. Celiac merupakan suatu penyakit autoimun. Tubuh menganggap gluten sebagai racun dan membentuk pertahanan diri dengan melapisi dinding usus. Akibatnya, penderita bisa merasakan gejala berupa penutunan berat badan, anemia, depresi, rusaknya kepadatan tulang, dan lainnya. Celiac biasanya dialami oleh orang-orang yang berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Afrika Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Sedangkan orang yang memiliki intoleransi gluten akan merasa tidak nyaman jika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Biasanya mereka akan merasakan perut kembung dan diare.

Penelitian mengatakan bahwa diet gluten free dapat membawa sejumlah manfaat. Misalnya seperti menurunkan badan bagi penderita obesitas dan sebaliknya, menaikkan berat badan orang-orang yang terlalu kurus. Namun di sisi lain, studi menunjukan bahwa makanan yang tidak mengandung gluten biasanya justu kurang mengandung nutrisi seperti vitamin B, magnesium, zinc, serat, dan zat besi.

Lantas, apakah sebaiknya Anda beralih ke makanan yang bebas gluten? Jawabannya ada pada kebutuhan tubuh Anda masing-masing. Selagi jumlah yang dikonsumsi tidak melebihi batas aman, maka gluten tidak membahayakan kesehatan. (Rima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE