Hipoglikemia dan Hiperglikemia, Berbedakah?

hipoglikemia hiperglikemiaTubuh yang kekurangan dan kelebihan gula darah memang tidak baik karena bisa membahayakan penderitanya. Oleh karena itu, dibutuhkan alat cek kadar gula darah agar penderitanya bisa mengontrol sekaligus mengecek selalu kadar gula darah di dalam tubuh mereka. Dengan melakukan pengecekan ini, penderita tentu bisa mengetahui seberapa rendah dan tinggi kadar gula dalam tubuhnya.

Nah, bicara mengenai gula darah, terdapat dua istilah penting yang wajib diketahui, yakni hipoglikemia dan hiperglikemia. Apakah itu?

Hipoglikemia

Melansir dari alodokter, hipoglikemia merupakan suatu kondisi di mana kadar gula darah di dalam tubuh berada di bawah batas normal. Kondisi ini biasanya kerap menjangkiti penderita diabetes, namun hipoglikemia juga bisa menyerang orang yang tidak diabetes. Terdapat beberapa penyebab mengapa seseorang bisa mengalami hipoglikemia, seperti:

  • Meminum minuman beralkohol terlalu banyak.
  • Mengonsumsi insulin (obat diabetes) secara berlebihan dan tidak teratur.
  • Menjalani aktivitas terlalu berlebihan tanpa dibarengi dengan makan yang cukup.
  • Mengonsumsi makanan yang terlalu sedikit dan seringkali menunda makan.
  • Tubuh kekurangan nutrisi karena dijangkiti penyakit anoreksia nervosa.

Kekurangan hormon yang tugasnya mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

Di samping itu, ada beberapa gejala yang ditimbulkan ketika seseorang mengalami kondisi ini seperti jantung merasa berdebar, keluar keringat dingin, wajah tiba-tiba pucat, mengalami pusing, kelelahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga mudah lapar.

Hiperglikemia

Berbeda dengan hipoglikemia, hiperglikemia sendiri terjadi karena kadar gula darah dalam tubuh berada di atas batas normal. Jika tidak ditangani dengan baik, maka kenaikan gula darah ini bisa membahayakan penderitanya. Ada beberapa penyebab yang memunculkan hiperglikemia ini, misalnya: (source: hellosehat)

  • Menggunakan insulin yang sudah kedaluwarsa,
  • Tubuh tidak mendapat insulin yang cukup.
  • Tidak meminum obat diabetes atau insulin secara teratur.
  • Sering mengonsumsi makanan berlemak dan mengabaikan makanan sehat.
  • Menderita stres akibat terjadinya konflik dengan keluarga dan deadline pekerjaan.
  • Memakai obat-obatan tertentu seperti steroid, misalnya.

Bukan cuma itu, ada sejumlah gejala yang ditimbulkan saat menderita kondisi ini misalkan suka sakit kepala, merasa tidak bertenaga, penglihatan mulai kabur, tiba-tiba merasa lapar, sering haus dan buang air kecil.

Itu dia perbedaan antara hipglikemia dan hiperglikemia. Semoga bermanfaat! –SH–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.