Kenapa ya Banyak Anak Tidak Suka Sayuran?

anak tidak suka sayurSayuran merupakan makanan yang mengandung banyak serat dan baik untuk kesehatan. Dengan rutin mengonsumsi sayuran setiap hari, kemungkinan Anda mengalami masalah pencernaan hingga harus memanfaatkan fasilitas Allianz klaim asuransi kesehatan akan semakin kecil. Sayangnya, cukup banyak orang yang justru tidak menyukai makanan sehat ini. Atau mungkin, Anda sendiri juga tidak menyukainya?

Masalah tidak menyukai sayur, ternyata adalah hal yang biasanya terjadi sejak kecil dan kemudian terbawa hingga dewasa. Artinya, jika seorang anak menyukai sayur sejak kecil, kebiasaan mengonsumsi sayur ini juga akan terbawa hingga dewasa nanti. Sayangnya, menyuruh anak mengonsumsi sayur bukanlah hal yang mudah. Ada cukup banyak anak yang lebih memilih makan menu lainnya dibandingkan harus mengonsumsi sayur. Mengapa begitu, ya?

Ternyata, salah satu alasan mengapa seorang anak tidak menyukai sayur adalah rasa sayuran yang cenderung pahit.Padahal, rasa pahit pada sayuran ini disebabkan karena kandungan berbagai nutrisi yang ada di dalamnya, seperti kalsium, senyawa fenol, isoflavon, dan sebagainya. Sayangnya, anak-anak tidak peduli dengan hal tersebut dan lebih mengutamakan rasa dibandingkan dengan manfaat dari makanan yang dikonsumsinya.Penyebab lainnya  yaitu aroma sayuran yang cukup menyengat. Namun, aroma tersebut adalah aroma yang tidak disukai oleh anak. Dengan rasa pahit dan aroma menyengat, bukan hal yang aneh jika anak tidak menyukainya.

Selain dari rasa dan aroma, ternyata ada juga anak yang tidak menyukai sayuran karena mengalami masalah food neophobia. Food neophobia adalah adanya rasa takut yang dirasakan oleh anak terhadap makanan yang tidak diketahuinya. Biasanya, food neophobia ini akan muncul ketika anak berusia 6 bulan (masa MPASI) hingga anak berusia 6 tahun.

Masalah tidak menyukai sayuran ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena anak tetap membutuhkannya untuk memenuhi kebutuhan serat.Untuk itulah, orangtua harus mencari cara agar anak tetap mau mengonsumsi sayuran meskipun pada awalnya jumlah sayur yang dikonsumsinya hanya sedikit. Namun, untuk anak yang menolak sayuran karena food neophobia ada baiknya jika melatih anak mengonsumsi sayur di bawah pengawasan ahli kesehatan. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE