Kiat Cerdas Atasi Baby Blues

Baby Blues SyndromFase pasca kehamilan merupakan saat-saat kritis ketika sang ibu rentan terkena efek psikologis yang biasa dialami setelah melahirkan. Ketika sang anak tumbuh menjadi bayi sehat, sang ibu justru berada dalam garis tipis yang dapat menyebabkannya menderita post partum depression atau bahkan baby blues. Keduanya merupakan gejala psikologis yang dialami sang ibu, beberapa saat setelah melahirkan.

Baby blues adalah kondisi psikologis yang sangat lumrah ditemui pada ibu yang baru saja melahirkan. Tanda-tandanya mungkin samar dan tidak mudah dikenali, namun yang pasti sang ibu akan merasa sisi emosionalnya lebih meningkat dan mengalami perubahan mood. Di sisi lain, ibu juga akan merasa khawatir yang berlebihan terhadap bayi dan merasa mudah lelah.

Baby blues disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi pada ibu setelah melahirkan. Dalam fase pascamelahirkan, tubuh sang ibu akan mengalami beberapa penyesuaian. Mulai dari perubahan hormonal setelah bayi keluar dari dalam perut, perubahan emosi yang disebabkan oleh beberapa hal, dan juga perasaan tertekan sekaligus senang di saat yang bersamaan. Hal ini sangat wajar apalagi jika sang ibu baru saja melahirkan anak pertama. Perubahan status dan pertambahan tanggung jawab membuat ibu rentan terkena baby blues.

Kondisi baby blues bukanlah gangguan jiwa yang harus diwaspadai. Meski tergolong gangguan psikologis, baby blues bisa diatasi dan biasanya hilang dengan sendirinya setelah melewati minggu-minggu pertama setelah keluar dari rumah sakit. Namun begitu, bukan berarti sang ibu bisa melewatinya seorang diri. Butuh dukungan dan dorongan pula dari anggota keluarga yang ada di sisinya.

Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan ketika sang ibu terkena gejala baby blues :

  1. Ajak berbicara. Ketika mengalami baby blues, ibu akan merasa sedikit depresi dan melankolis. Ajak ia untuk bercerita dan menuangkan perasaannya. Berikan sokongan dan selalu katakan bahwa ia tidak sendirian.
  2. Jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Perubahan status dari wanita lajang menjadi seorang ibu memberikan tekanan yang cukup kuat pada sisi psikologis perempan. Tanggung jawab yang besar mulai dari merawat bayi hingga merawat seluruh anggota keluarga membuat seorang ibu merasa takut. Selalu bantu ia dalam melaksanakan tugasnya.
  3. Ajak menghirup udara segar. Setiap sore hari, ajaklah berjalan-jalan di taman atau berkeliling kompleks perumahan. Udara segar membuat ia menjadi lebih rileks dan pikiran menjadi lebih tenang. (Tr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE