Mengenang Sejarah Pembebasan Irian Barat Melalui Monumen Mandala

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki bangunan bersejarah, termasuk juga kota Makassar. Itulah alasannya, banyak wisatawan yang ingin berwisata sejarah, memilih kota ini untuk dikunjungi. Apalagi, saat ini kota ini sudah memiliki beragam fasilitas pendukung, seperti hotel berbintang di makassar, beragam tempat wisata lain di luar wisata sejarah, dan juga kuliner khas Makassar.

Monumen MandalaNah, untuk kamu para pecinta sejarah, mungkin sudah tahu bahwa pada zaman penjajahan terdahulu, Irian Barat sempat dikuasai oleh Belanda meskipun Indonesia telah merdeka hampir 20 tahun. Namun, wilayah ini berhasil direbut kembali ke pangkuan ibu pertiwi berkat jasa mantan presiden ke-2 Indonesia, yaitu Pak Soeharto. Atas keberhasilannya tersebut, dibangunlah sebuah monumen bernama Monumen Mandala yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Makassar.

Mengapa dinamakan Monumen Mandala? Sebab dalam usaha pembebasan Irian Barat ini, Presiden pertama Indonesia saat itu, yaitu Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto yang berperan sebagai panglima. Setelah melalui usaha militer yang cukup lama, pada akhirnya dibuatlah perundingan antara Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di markas besar PBB di New York. Dari perundingan tersebut, didapatkan hasil yang menyatakan bahwa Indonesia akan memberikan kesempatan kepada penduduk Papua untuk menentukan sendiri nasibnya. Apakah akan memisahkan diri dari Indonesia, ataukah memilih untuk bergabung dan menjadi salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia? Penentuan ini akan didasarkan dari hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang diadakan pada tahun 1969 dan diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo yang kemudian menghasilkan Papua sebagai Provinsi ke-26 di Indonesia dengan nama Irian Jaya.

Monumen Mandala memiliki ukuran tinggi sekitar 75 meter dan berada di pusat kota Makassar. Terdiri dari total 4 lantai. Meskipun monumen ini adalah monumen untuk mengenai usaha pembebasan Irian Barat, bukan berarti semua yang berada di dalam monumen ini hanya menceritakan peristiwa tersebut saja. Sebab, pada lantai 1, terdapat diorama relief dan replika pakaian masyarakat Sulawesi Selatan. Pada lantai 2 dan 3, barulah kita akan melihat berbagai hal yang berkaitan dengan peristiwa perebutan Irian Barat. Pada lantai 2, kita akan melihat diaroma dan relief yang menceritakan peristiwa tersebut, sementara lantai 3 berisikan replika ruang kerja Panglima Mandala. Lalu, bagaimana dengan lantai 4? Di sini, kita akan bisa melihat indahnya Kota Makassar dari ketinggian.

Bagaimana? Menarik sekali, kan? Jadi, pastikan untuk berkunjung ke monumen ini saat kamu berwisata ke Makassar, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE