Menikmati Lorong Waktu di Museum di Tengah Kebun

Museum di Tengah KebunLorong waktu? Memangnya ada tempat seperti itu?

Pasti banyak dari kamu yang bertanya. Tentu saja, jika lorong waktu yang bisa digunakan untuk menembus waktu tidak akan ada. Namun lorong waktu yang dimaksud adalah tempat yang membuatmu merasa seperti melintasi waktu karena perbedaan suasana yang diberikan. Nah, untuk kamu yang sedang menginap di Hotel Daerah Sudirman Jakarta bisa berkesempatan untuk mengunjungi salah satu lorong waktu yang dimaksud.

Museum di Tengah Kebun adalah lokasi di mana lorong waktu ini berada. Museum ini merupakan milik pribadi, yaitu seorang kolektor benda seni bersejarah yang memiliki sebuah misi mulia. Misi tersebut adalah ingin mengembalikan berbagai benda bersejarah dari Indonesia agar kembali ke tanah air. Selain itu, Sjahrial Djalil yang merupakan pemilik museum ini juga memang sangat mencintai barang-barang kuno dan bersejarah.

Lorong waktu di museum ini berada pada bagian awal masuk. Di sebut lorong waktu karena ketika kamu melewatinya suasana sejuk yang terasa dan berbagai tanaman hijau di sekitar akan membuatmu lupa bahwa museum ini berada di tengah padatnya Kota Jakarta. Setelah melewati lorong waktu ini, maka barulah kamu akan sampai ke bangunan utama di mana koleksi berbagai barang bersejarah tersebut disimpan.

Museum dengan luas 700 meter persegi ini memiliki ribuan koleksi barang bersejarah yang asli dan didapatkan dari puluhan provinsi di Indonesia juga dari berbagai negara lain. Barang yang dipamerkan dalam museum ini berupa patung, fosil, topeng, lukisan, arca, dan beragam lainnya. Ada lebih dari 2.000 koleksi yang dipamerkan dan ribuan lainnya yang masih tersimpan dengan baik.

Namun, ada hal yang menarik dari museum ini. Berbeda dengan kebanyakan museum yang sangat menjaga koleksinya hingga memberikan pengamanan ketat, seperti menyimpan di kotak kaca, menggunakan pengatur suhu, dan sebagainya, museum ini justru membiarkan koleksinya begitu saja tanpa penutup. Salah satu alasannya adalah, karena meskipun sudah dibuka secara umum sebagai salah satu objek wisata tetapi rumah ini masih aktif digunakan oleh Sjahrial Djalil sebagai tempat tinggal dan dia ingin membiarkan benda koleksinya tertata seperti itu.

Nah, untuk kamu yang tertarik untuk mengunjungi museum ini, ada yang harus kamu ketahui. Museum ini memiliki dua jadwal kunjungan dan hanya buka pada hari Sabtu. Kamu juga bisa mengunjungi museum ini jika jumlah anggotamu sudah mencapai 7-12 orang dan harus membuat janji jauh-jauh hari terlebih dahulu.

Tertarik untuk mengunjungi museum unik ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.