Menjelajahi Waktu Melalui Film

Habibie-dan-Ainun TribunSejarah dan tokoh besar masa lalu dapat menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Tetapi, tidak semua orang memiliki kesabaran untuk membolak-balik buku sejarah dan biografi yang kadang isinya sedikit berat dan sulit dicerna orang awam. Oleh karena itu, beberapa produser film memilih untuk mengemas kejadian-kejadian sejarah ke dalam bentuk film, atau seringkali disebut period drama. Film-film seperti film Habibie & Ainun, Braveheart, dan Schindler’s List adalah contoh-contoh period drama.

Period drama sendiri adalah film yang mengambil latar di masa lampau, dan mencakup banyak sekali genre. Mulai dari film perang, romansa, action, biopik, hingga film kolosal, semua dapat dibuat menjadi film period drama. Film ini dapat mengangkat kejadian atau kehidupan nyata di masa itu, seperti Lincoln atau Braveheart, atau juga dapat menampilkan cerita fiksi yang mengambil latar di periode waktu tertentu, seperti serial The Scorpion King atau Centurion. Period drama juga dapat mengangkat karya-karya fiksi klasik seperti Treasure Island yang mengangkat buku karya Robert Louis Stevenson berjudul sama dan A Knight’s Tale yang mengangkat cerita berjudul The Knight’s Tale oleh Geoffrey Chaucer.

Selain konten cerita, kostum dan set design yang seakan-akan membawa penonton kembali ke masa itu, menjadi faktor yang menarik minat audiens untuk menyaksikan film ini. Dengan production values period drama yang tinggi, tidak heran banyak film yang mendapatkan berbagai penghargaan dan menjadi sangat populer di pasaran. Film seperti Lincoln dan Schindler’s List dinominasikan dan memenangkan beberapa Academy Awards, sementara film Habibie & Ainun meledak di pasaran Indonesia dan menjadi salah satu film Indonesia yang meraup paling banyak keuntungan di bioskop. Film lain seperti Braveheart dan Ben-Hur juga telah masuk ke dalam kesadaran publik dan hampir semua orang tahu atau setidaknya pernah melihat cuplikan-cuplikan film tersebut.

Seperti yang pernah dikatakan Bung Karno, ‘bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sendiri’. Jenis film period drama dapat digunakan untuk mengangkat berbagai kejadian sejarah Indonesia untuk konsumsi publik dengan kemasan yang menarik. Diharapkan dengan banyaknya film yang mengangkat sejarah bangsa Indonesia, makin banyak yang terinspirasi oleh cerita para tokoh sejarah dan menjadi makin berminat untuk mempelajari sejarah bangsa ini. (Dana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE