Mitos Tentang Parenting yang Masih Kerap Dipecaya

orang tua dengan anakTidak ada yang namanya orangtua sempurna. Sama seperti anak-anak, orangtua pun tetap perlu belajar untuk selalu mendidik dan mengasuh anak dengan cara terbaik. Anda juga bisa mendapatkan insight dan masukan mengenai cara mendidikan anak di saat-saat tidak terduga baik sedang berada di rumah saudara, di sekolah anak, atau pun di tempat publik seperti arena hiburan keluarga. Namun ada baiknya untuk tidak langsung menerima dan menerapkan teori parenting yang disarankan oleh orang lain. Sebab tidak semuanya benar dan beberapa di antaranya hanyalah mitos. Berikut ini beberapa contoh mitos parenting yang masih sering dipercaya oleh orangtua.

Ibu harus menemani anak selama seharian penuh

Tentunya Anda menginginkan yang terbaik untuk anak. Namun bukan berarti Anda harus menemani dan mengawasi anak selama 24 jam. Anak juga membutuhkan waktu bersama orang lain seperti ayah, nenek, dan orang-orang lain. Anda masih bisa mengawasi mereka mesti tidak sedang bersamanya. Oleh sebab itu, bagi ibu yang bekerja, Anda tak perlu sedih dan khawatir karena tidak bisa bersama anak selama seharian penuh. Sebab anak-anak pun bisa tumbuh dan berkembang dengan baik meski Anda tak selalu bersamanya.

Insting keibuan tak pernah salah

Tak sedikit ibu yang selalu mengikuti insting keibuan. Namun jangan salah, insting keibuan itu tak selamanya tepat. Terkadang insting keibuan itu didominasi dengan rasa khawatir yang berlebihan. Jadi, sebelum mengikuti insting, sebaiknya pastikan dulu apakah insting Anda memang benar-benar tepat. Jika perlu, berceritalah dengan suami atau psikolog.

Orangtua tidak boleh bertengkar di depan anak

Pertengkaran memang bukanlah suatu hal yang baik dipertontonkan di depan anak. Namun, ada kalanya, anak juga harus diperlihatkan kondisi yang sesungguhnya. Debat dan pertengkaran melalui diskusi yang sehat ternyata justru dapat mengajarkan anak tentang cara berargumen. Namun ingat, jangan sampai melibatkan kata-kata kasar dan nada bicara yang tinggi.

Merayu anak dengan imbalan itu tidak baik

Mengiming-imingi imbalan agar anak mau melakuka sesuatu sama seperti menyogok. Tentu menyogok anak bukanlah hal yang disarankan. Namun, ada kalanya Anda butuh menerapkan metode ini dalam situasi darurat. Misalnya ketika anak harus minum obat atau seperti harus diinfus saat sakit.

Nah, itu dia mitos yang selama ini mungkin Anda dengar. Bagaimana, apakah masih memercayainya? (Rima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE