Panduan Konsultasi Kehamilan

Konsultasi KehamilanSelama kehamilan, tentu saja ibu hamil harus senantiasa menjaga kondisi kehamilan agar janin dalam kandungan selalu sehat. Asupan nutrisi juga penting untuk diperhatikan agar perkembangan janin selalu sehat. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah konsultasi kehamilan dengan dokter kandungan yang sudah dipercayai ibu. Konsultasi ini penting agar masalah-masalah dalam kehamilan bisa langsung diidentifikasi dan ditangani.

Konsultasi pertama, idealnya dilakukan pada kehamilan minggu 12 dan biasanya merupakan konsultasi terpanjang. Di sesi konsultasi ini, biasanya dokter kandungan akan meminta banyak informasi dari Anda, dan memberikan Anda banyak informasi juga mengenai kehamilan. Mereka akan menanyakan mengenai sejarah kesehatan dan medis Anda dan keluarga, berat, tinggi, dan tekanan darah akan diukur, dan juga Anda dapat ditawarkan pemindaian ultrasound untuk mengukur ukuran bayi dan memperkirakan tanggal kelahiran. Di kunjungan ini juga biasanya darah Anda akan dites untuk mengetahui golongan darah dan Rhesus, status campak, dan tingkat zat besi. Tes untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B serta uji untuk Down’s syndrome, spina bifida, dan hemoglobinopathies untuk bayi juga biasanya dilakukan di kunjungan ini.

Setelah janji pertama ini, konsultasi biasanya dilakukan setiap 4-6 minggu hingga penghujung kehamilan, di mana konsultasi biasanya dilakukan setiap minggu. Biasanya, dokter akan memberitahu kapan Anda harus datang konsultasi. Jadwal konsultasi rutin setelah konsultasi pertama biasanya sebagai berikut:

  • Minggu 16, dokter akan membahas hasil dari tes darah dan urin yang diambil pada konsultasi pertama. Gunakanlah kesempatan ini untuk bertanya mengenai apapun masalah kehamilan.
  • Minggu 18-20 adalah saat pengetesan anomali, jika Anda memilih untuk melakukannya. Jika pemindaian menemukan plasenta yang menghalang akses ke serviks, pemindaian akan dilakukan lagi pada minggu 36.
  • Pada minggu 28, dokter akan mengukur ukuran kehamilan pada setiap konsultasi untuk mengetahui perkembangan bayi. Darah juga akan di tes untuk mengecek antibodi dan memastikan level zat besi cukup.
  • Pada minggu 34, dokter akan mendiskusikan hasil tes darah yang diambil pada minggu 28.
  • Pada minggu 36, dokter akan mendiskusikan hasil dari pemindaian untuk mengecek posisi plasenta. Ia juga akan mengecek posisi bayi dengan meraba-raba perut. Jika posisi bayi kaki duluan, dokter akan menawarkan prosedur untuk membalikkan posisi bayi agar kepalanya yang menghadap serviks.
  • Pada minggu 38, tidak lama sebelum kelahiran (menurut WHO terjadi setelah 37-42 minggu kehamilan), dokter akan mengecek tekanan darah dan urin, juga mengukur perut hamil. Pada konsultasi ini juga Anda dan dokter dapat membahas alternatif-alternatif kelahiran jika bayi tidak lahir tepat waktu.

Diharapkan dengan info ini, calon ibu bisa lebih bersiap-siap sebelum konsultasi dokter kehamilan, agar tidak kaget ketika konsultasi dimulai. (Dana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE