Pengaruh Emosi Seseorang Saat Mengendarai Mobil

Bepergian jarak jauh menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport atau mobil lainnya bersama keluarga, pastilah terasa menyenangkan. Meskipun perjalanan berjarak cukup jauh dan terdapat macet di beberapa ruas jalanpun, terkadang hal ini tidak membuat kita merasa lelah dan emosi. Memang, kondisi emosi seseorang ketika sedang mengendarai kendaraan akan sangat mempengaruhi suasana saat dalam perjalanan. Bahkan, jika kondisi emosi seseorang sedang baik, maka seseorang akan dapat menyetir dalam jangka waktu lama dan dalam berbagai kondisi, tanpa merasakan lelah yang berlebihan.

Emosi Saat Mengendarai Mobil

Berikut ini, adalah beberapa jenis emosi seseorang saat menyetir dan dampaknya:

  • Senang

Seperti yang sebelumnya dijelaskan, menyetir dalam kondisi emosi seperti ini berdampak sangat baik. Kamu cenderung akan bisa lebih berpikir logis saat bertemu dengan berbagai kondisi. Saat menemukan sebuah hambatan sekalipun dalam perjalanan, kamu bisa lebih rileks dan tenang dalam menghadapinya.

Bahkan, saat ada seseorang disekitarmu yang menyetir dengan cara yang kurang tepat dan cenderung membahayakanmu pun, kamu akan lebih tenang menghadapinya sehingga bisa mengambil langkah yang tepat. Memang, menyetir dalam kondisi apapun pastilah melelahkan, namun jika kamu menyetir dalam kondisi senang, rasa lelah itu akan mudah hilang dengan beristirahat yang cukup.

  • Marah

Tidak semua orang mampu menahan emosi marahnya ketika menemukan berbagai hal yang tidak sesuai harapannya terjadi di jalan. Misalnya, tiba-tiba ada yang menyetir dan membahayakanmu, menyerempet mobil kesayanganmu, atau menemukan kondisi jalanan yang sangat padat dilokasi yang hampir tidak pernah macet. Kondisi seperti ini terkadang membuat seseorang menyetir dalam kondisi marah.

Akibatnya, semua keputusan yang diambil saat terjadi sebuah kondisi akan diambil secara emosional tanpa mempertimbangkan baik buruknya. Hal ini tentulah sangat berbahaya, baik pada diri pengendara sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Selain itu, rasa lelah saat menyetir dalam kondisi ini bisa berkali lipat daripada kondisi normal, dan tidak akan mudah hilang hanya dengan beristirahat. Bahkan, jika kemarahan ini tidak segera diredakan bisa memicu berbagai jenis penyakit lainnya.

  • Cemas

Rasa cemas dan takut saat mengendarai ini bukan berarti disebabkan karena belum mampunya seseorang menyetir dengan baik. Rasa cemas biasanya dirasakan oleh kamu yang sedang dikejar waktu untuk mencapai lokasi tertentu, namun terhambat oleh kemacetan di jalan. Tidak berbeda dengan point kedua, kondisi ini cenderung membuat kamu tidak bisa berpikir logis dalam mengambil keputusan.

  • Takut

Kondisi ini umum dirasakan oleh seseorang yang pernah mengalami kecelakaan, sehingga bisa disebut sebagai trauma pasca kecelakaan. Memang tidak semua orang yang pernah mengalami kecelakaan mobil akan mengalami trauma ini, namun tidak sedikit yang mengalaminya. Menyetir dalam kondisi ini sangatlah berbahaya, karena kamu tidak tahu kapan rasa takut tersebut akan datang menyerang.

Untuk mengatasinya, meminta bantuan seorang psikiater adalah jalan terbaik untuk menyembuhkan rasa trauma ini. Ketika kamu benar-benar telah siap, barulah kamu bisa menyetir dengan bebas. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE