Pentingnya Zat Besi Bagi Balita

Nutrisi pada BalitaZat besi adalah salah satu Nutrisi Pada Balita yang sangat penting dan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Zat besi ini sangat berperan penting dalam pendistribusian oksigen keseluruh tubuh, termasuk ke otak. Oksigen yang telah didistribusikan ke seluruh bagian tubuh ini, kemudian akan digunakan untuk proses metabolisme untuk menghasilkan energi. Kebutuhan zat besi pada bayi yang baru lahir hingga berusia 6 bulan, akan dapat tercukupi dari ASI yang di konsumsinya. Namun, ketika anak sudah mulai mengkonsumsi MPASI (Makanan Pendamping Asi), mulai banyak anak yang mengalami masalah kekurangan zat besi.

Secara umum, pada anak yang mulai mengkonsumsi MPASI (sekitar 7 bulan) hingga anak berusia 12 bulan, membutuhkan zat besi sekitar 11 mg perharinya. Sementara, pada anak usia 1 hingga 3 tahun membutuhkan zat besi yang lebih sedikit, yaitu 7 mg perhari. Untuk anak usia 4 tahun hingga 8 tahun, maka zat besi yang dibutuhkannya adalah 10 mg perhari. Namun, ukuran ini adalah jumlah rata-rata kebutuhan selama beberapa hari, artinya anak tidak harus mendapatkan zat besi sejumlah itu setiap harinya. Pemenuhan zat besi dapat dilakukan dengan cara mengatur pola makan bayi dan balita sesuai dengan usianya.

Ketika seorang anak mengalami kekurangan zat besi, dampak yang paling sering terjadi yaitu anak akan mengalami anemia defisiensi besi (ADB). Namun, jika kebutuhan zat besi ini tidak juga terpenuhi, maka akan bisa memberi dampak yang lebih serius, yaitu terganggunya kemampuan anak berfikir, berkonsentrasi, serta merubah perilaku anak. Anak akan menjadi mudah lelah, merasa lemah, dan mudah marah. Selain itu, kekurangan zat besi ini juga bisa menyebabkan tidak sempurnanya perkembangan sel-sel otak.

Penyebab seorang anak kekurangan zat besi bisa beragam, namun umumnya karena orangtua kurang memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsinya oleh sang buah hati. Ada beberapa makanan yang mengandung zat besi cukup baik untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada anak, misalnya seperti kedelai dan olahannya, beberapa jenis kacang-kacangan, daging sapi, kismis, dan beberapa jenis makanan lainnya. Untuk anak yang masih terlalu kecil, akan lebih baik jika makanan ini dihaluskan terlebih dahulu agar anak mudah memakannya dan tidak akan membuatnya tersedak.

Meskipun zat besi sangat penting untuk tubuh balita, namun mengkonsumsi zat besi secara berlebihan juga sangatlah berbahaya, bahkan bisa menyebabkan keracunan. Karena itulah, penuhi kebutuhan zat besi namun tetap atur agar tidak sampai berlebihan. (Yv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE