Sangobion Baby, Solusi Kekurangan Zat Besi Untuk Bayi Dan Balita

Bayi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan satu jenis nutrisi saja, bisa menyebabkan masalah pada tubuhnya. Zat besi misalnya, merupakan salah satu kebutuhan utama bayi. Ada banyak hal yang menyebabkan kekurangan zat besi pada bayi dan harus segera diatasi salah satunya melalui pemberian sangobion baby. Sebelum mengetahui aturan penggunaan suplemen ini, terlebih dahulu simak informasi  mengenai pentingnya zat besi untuk bayi.

Pentingnya zat besi untuk bayi

Sangobion Baby, Suplemen Zat Besi untuk Bayi dan Balita
Sumber Gambar: instahu.com

Peranan zat besi dalam tubuh si kecil sangatlah besar. Seperti Anda ketahui, di dalam tubuh manusia zat besi memilik peranan besar untuk menyalurkan oksigen dan juga makanan ke seluruh tubuh. Nah, dalam darah ini terdapat hemoglobin atau sel darah merah yang 70 persennya terbentuk dari zat besi. Jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika bayi  kekurangan zat besi, kan? Selain itu zat besi juga mempunyai manfaaat lainnya misalnya saja berperan penting dalam metabolisme atau pencernaan dan bisa memaksimalkan produksi enzim penting di dalam tubuh.

Zat besi juga berfungsi untuk cadangan makanan dan sangat berguna untuk proses fungsional tubuh. Tak hanya itu saja, zat besi ini juga sangat  penting untuk memaksimalkan pertumbuhan bayi. Kurangnya zat besi dapat menghambat masa pertumbuhan dan menyebabkan buah hati tidak bisa selincah dan seceria anak lainnya ketika beranjak besar. Pada umumnya, bayi berusia 7 sampai 11 bulan membutuhkan 6 mg zat besi setiap harinya. Sedangkan bayi 1 sampai 3 tahun memerlukan 11 mg zat besi. Untuk bali usia 4 tahun sampai 6 tahun, perlu mendapatkan asupan 15 mg zat besi per hari.

Kondisi yang memperbesar kemungkinan kekurangan zat besi pada bayi

Ada beberapa bayi yang cenderung lebih mudah mengalami kekurangan zat besi. Pertama, bayi yang lahir prematur dengan berat badan di bawah standar. Biasanya, bayi prematur semacam ini sudah kehabisan bekal zat besi yang dibawa dari dalam kandungan di bulan-bulan pertamanya sehingga perlu mempercepat proses MPASI untuk memenuhi kebutuhan zat besi. Selain itu, bayi yang  juga memiliki resiko kemungkinan kekurangan zat besi adalah mereka yang sudah mengonsumsi susu sapi di bawah usia 1 tahun.

Atau bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan ke atas dan memasuki masa MPASI, namun tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga kadar zat besinya kurang terpenuhi. Atau bisa juga bayi yang mengalami diare parah sehingga asupan nutrisi di dalam tubuhnya terkuras dan keluar melalui feses. Bayi yang jarang mengonsumsi daging juga rentan mengalami kekurangan zat besi karena kandungan zat besi yang tinggi terdapat di dalam daging merah.

Gejala kekurangan zat besi pada bayi

Kekurangan zat besi memang tidak akan menampakkan gejala yang signifikan seperti penyakit lainnya. Namun secara umum Anda bisa melihat kalau bayi yang menderita kekurangan zat besi akan terlihat lebih pucat dibanding bayi normal. Kemudian bayi juga kurang aktif karena selalu merasa lemas dan kelelahan. Anda mungkin juga akan mendapati luka pada lidah bayi namun bukan merpakan sariawan dan lama sembuhnya. Bayi dengan kekurangan zat besi juga akan mudah mengalami demam ringan dan suhu tubuhnya naik turun. Selain itu, bayi yang kekurangan anemia biasanya mudah mengalami infeksi karena daya tahan tubuhnya yang kurang stabil.

Seiring dengan makin besarnya buah hati, perkembangan mental dan juga motoriknya mungkin akanmengalami gangguan. Secara aktivitas, anak dengan masalah kekurangan zat besi juga cenderung kurang aktif dibandingkan anak lain seusianya.

Sangobion baby untuk atas kekurangan zat besi pada bayi

Sangobion baby merupakan suplemen zat besi dan juga asam folat yang bisa mengatasi anemia selama masa pertumbuhan. Di dalamnya, terkandung Fe polymaltose complex dan juga folic acid. Dosis dari Sangobion baby ini adalah 1 kali sehari, untuk usia 6-12 bulan sebesar 1 ml dan untuk anak usia 1 tahun ke atas sebanyak 1,2 ml atau atas petunjuk dokter. Sangobion baby tergolong jenis obat drop dengan kemasan 15 ml yang bisa dikonsumsi secara langsung maupun dicampurkan ke dalam makanan atau minuman.

Sangobion baby ini banyak disukai para ibu karena mudah diminum terlebih lagi dengan adanya pipet yang akan menakar ukuran sirup dengan tepat. Di dalam Sangobion Baby ini juga terkandung iron polymaltose complex yang tidak akan terpengaruh oleh makanan dan minuman lain sehingga tidak masalah jika dicampurkan. Rasa buah dari Sangobion baby ini juga sangat enak dan sama sekali tidak memiliki aroma besi sehingga mudah diminum oleh anak-anak.

Selain dengan memberikan Sangobion baby, ada beberpa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anemia pada bayi. Misalnya saja, perbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, telur, bayam, hati sapi, kacang-kacangan, dan berbagai sayur dengan daun hijau tua. Apstikan juga Anda selalu memenuhi kebutuhan vitamin C bayi untuk memaksimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE