Ternyata Ini Alasan Mengapa iPhone Tidak Dibuat di Amerika

Bukan menjadi rahasia umum jika selama ini iPhone diproduksi di Negeri Tirai Bambu alih-alih di negara asalnya yakni Amerika. Melalui perusahaan manufaktur rekanannya yakni Foxconn, semua produksi iPhone dibuat dan dilakukan di China. Tidak percaya? Coba cek dengan menggunakan internet cepat di ponselmu! Termasuk untuk produk terbarunya, yakni iPhone 8, 8 Plus, dan iPhone X yang baru saja dirilis di depan publik baru-baru ini.

Ya, meski sudah berpuluh-puluh tahun menjalankan produksi di China, tampaknya Apple masih belum berminat untuk memindahkan pabriknya ke Amerika. Bahkan desakan Presiden Donald Trump untuk segera memindahkan produksi masih diabaikan. Tentunya, keputusan Apple ini tidak sembarangan. Ada banyak yang hal menjadi pertimbangan Apple sebelum memindahkan produksi dari China ke Amerika Serikat.

iPhone X

Image : Liputan6

Masalah utama yang dihadapi Apple adalah masalah upah buruh dan sumber daya manusia. Upah buruh di China terhitung lebih rendah jika dibandingkan dengan Amerika. Dengan demikian, jika Apple memindahkan pabriknya ke Amerika, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar upah pekerja akan melonjak tinggi. Saat ini, pabrik iPhone di bawah naungan Foxconn berada di Shenzen dan Zhengzhou. Terdapat jutaan pegawai yang bekerja di pabrik ini jadi bisa dibayangkan dong betapa jumlah biaya yang harus dibayarkan Apple?

Foxconn tidak hanya memiliki pabrik di China saja tetapi juga di Brazil. Biaya pajak impor yang ditetapkan oleh Brazil adalah sebesar 30%. Namun demikian, pabrik di Brazil hanya bertugas merakit saja. China tetap menjadi produsen utama sebagai penghasil komponen iPhone. Harga komponen untuk iPhone cukup tinggi yakni $219,80. Sementara untuk biaya rakitnya, Apple mengeluarkan dana sebesar $5 perunitnya. Dari harga jual, Apple mengambil keuntungan sekitar 65% dari biaya produksi iPhone.

Masalah sumber daya juga menjadi masalah yang dihadapi oleh Apple. Sulit untuk mencari SDM dan tenaga kerja seperti yang dimiliki Apple di pabrik China. Untuk pabrik Foxconn yang di Brazil pun pegawainya sangat terbatas, berbeda sekali dengan pabrik yang di China.

Hal lain yang menjadi alasan mengapa memindahkan pabrik Apple ke Amerika sangatlah sulit adalah tingginya biaya produksi yang akan berujung pada mahalnya harga jual iPhone. Jika Apple memindahkan pabrik dari China ke Amerika, maka hal tersebut akan berdampak pada biaya produksi yang meninggi. Tidak heran jika Apple tidak ingin serta merta memindahkan pabriknya ke Amerika meski Trump mendesak mereka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE