Tipe Transaksi Asuransi Marine Cargo

Pernahkah kamu merasa kebingungan ketika hendak membeli sebuah barang di luar negeri, lalu dihadapkan pada beberapa pilihan transaksi asuransi marine cargo? Yap, dalam asuransi marine cargo, ada tiga jenis tipe transaksi yang biasanya diterapkan. Ada Freight on Board (FOB), Cost & Freight (C&F), dan juga Cost, Insurance, & Freight (CIF). Ketiganya tentu memiliki perbedaan masing-masing. Nah, sebelum beranjak untuk membahas tipe-tipe transaksi ini, cari tahu dulu yuuk apa yang dimaksud dengan asuransi marine cargo!

Asuransi Marine Cargo

Asuransi Marine Cargo adalah asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan proteksi terhadap kerusakan atau kerugian yang muncul pada barang yang hendak dikirimkan, sebagai akibat dari bahaya laut atau maritime perils yang terjadi pada masa pengangkutan.

Nah, dalam asuransi marine cargo, dikenal tiga tipe transaksi asuransi marine cargo seperti yang sudah dibahas sebelumnya, yakni :

  • Freight on Board (FOB)

Dalam perjanjian ini, penjual hanya bertanggung jawab terhadap barang yang ia jual dari lokasi pengiriman hingga ke atas kapal pengangkutnya. Sebagai contoh, kamu membeli sebuah barang di Jepang. Penjual hanya berkewajiban mengirim barang kamu dari lokasi tokonya di Tokyo, sampai ke pelabuhan Jepang untuk selanjutnya dikirim ke Indonesia. Sesampainya di kapal, barang itu sudah menjadi tanggung jawab kamu seluruhnya. Kamu wajib mengasuransikan barang kamu agar bisa menerima ganti rugi atau pertanggungjawaban jika terjadi sesuatu pada kapal laut yang membawa barang milikmu.

  • Cost & Freight (C&F)

Jika dalam FOB pembeli hanya berkewajiban untuk mengantar barang hingga kapal pengangkutnya, maka dalam Cost & Freight ini, penjual bertanggung jawab terhadap pengiriman barang (termasuk biaya kirim) dari lokasi pengiriman hingga pelabuhan tujuan. Hanya saja, pembeli tidak bertanggung jawab atas masalah asuransi, sehingga pembeli harus mendaftarkan asuransi secara terpisah jika barang yang dikirim cukup berharga dan perlu jaminan.

  • Cost, Insurance, & Freight (CIF)

Dalam perjanjian ini, penjual men-cover semua ongkos pengiriman sekaligus asuransi, dan bertanggung jawab untuk mengantarkan barang hingga sampai ke tempat pembeli. Pembeli tidak perlu pusing untuk mengatur biaya asuransi dan segala macamnya karena sudah diurus oleh penjual. Biasanya, harga jual barang yang ditetapkan oleh penjual sudah termasuk biaya pengiriman serta asuransinya sehingga pembeli tidak perlu membayar biaya tambahan.

Nah, itu dia jenis-jenis transaksi yang biasa ditemukan dalam asuransi marine cargo. Semoga bisa membantu, ya! (TR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE