Tradisi Upacara Pernikahan Ala Jepang

Mempelajari tentang budaya dan tradisi tentu tak ada habisnya. Sebab kedua hal tersebut tidak hanya bisa dipelajari lewat buku atau menonton di discovery chanel via tv kabel saja, tetapi juga bisa dipelajari secara langsung dengan terjun langsung ke masyarakatnya. Salah satunya adalah Jepang. Jepang merupakan sebuah negara yang kaya dengan budaya dan sisi tradisionalitasnya yang kental. Salah satu budaya Jepang yang menarik untuk disoroti adalah upacara pernikahannya. Seperti apa? Simak dalam artikel berikut!

Lokasi Pernikahan

Biasanya, pernikahan masyarakat Jepang digelar di lokasi-lokasi yang menyimpan simbol spiritual. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, di mana pengantin akan dinikahkan di Masjid atau Gereja, di Jepang pun demikian. Biasanya, upacara pernikahan akan digelar di kuil shinto atau di tempat-tempat yang mengandung simbol spiritual. Mulai dari water pavilions, patung berbentuk anjing, dan juga gerbang tinggi berwarna merah.

Tradisi Upacara Pernikahan Ala Jepang

Semua simbol ini menjadi penanda yang memiliki hubungan dengan keagamaan. Oleh sebab itu, jika Anda berkesempatan untuk pergi ke Jepang pada bulan April hingga Juni—bulan yang identik dengan musim pernikahan—Anda akan berkesempatan untuk menyaksikan upacara pernikahan secara langsung.

Busana Pernikahan

Bicara tentang pernikahan pastinya tidak akan lepas dengan gaun pengantin yang digunakan. Dalam pernikahan Jepang, pengantin perempuan akan menggunakan baju tradisional yang serba putih dengan riasan wajah yang menawan. Yang paling menarik adalah bagian bibir dan juga pemulas pipi; pengantin harus menggunakan warna merah yang senada untuk melambangkan bendera Jepang yang terdiri atas dua warna, merah dan putih. Untuk pengantin pria, biasanya akan menggunakan pakaian warna hitam berbentuk kimono atau jas.

Pidato Saat Pernikahan

Satu elemen menarik yang tidak boleh dilewatkan ketika menghadiri upacara pernikahan Jepang adalah pidato pernikahan. Sebab, orang-orang terdekat dari para pengantin akan diundang untuk naik ke atas panggung dan memberikan kesan-kesan mereka selama mengenal si pengantin. Dalam pidato ini, mereka juga akan memberikan nasihat dan juga harapan terhadap hidup baru yang akan dijalani oleh pengantin.

Minum Sake

Dalam pernikahan Jepang, sake ternyata tidak luput juga dari rangkaian upacaranya. Dalam tradisi agama budha, upacara berbagi sake ini juga sering dilakukan. Ketika pernikahan berlangsung, nantinya akan ada tiga tumpuk cangkir sake yang akan dibagi untuk mempelai perempuan dan pria. Menariknya, cangkir ini hanya hanya boleh diminum dalam tiga seruput saja.

Angka tiga muncul bukan tanpa alasan; angka tiga ini melambangkan cinta, kebijaksanaan, dan juga kebahagiaan. Angka tiga juga berarti bumi, surga, dan alam pikiran manusia. Dalam upacara pernikahan, angka tiga ini menyimbolkan pengantin pria, pengantin perempuan, dan juga orangtua pengantin.

Itu dia tradisi upacara pernikahan yang biasa digelar di Jepang. Wah, ternyata tidak berbeda jauh dengan di Indonesia, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE