Ulasan Seputar Sorotan Harbolnas 2017 Menurut Survey

Setiap tahunnya harbolnas menjadi sorotan tidak hanya dari harganya yang bisa jauh lebih murah dibandingkan dengan harga normal di toko online namun juga karena berbagai masalah yang ditimbulkan saat black Friday tersebut misalnya masalah seputar diskon palsu yang kerap mewarnai harbolnas. Di tahun 2017, dimana harbolnas 2017menurut survey yang dilakukan, terdapat 3 yang menjadi konsen atau sorotan dari para konsumen atau pembelanja yaitu kualitas produk, pembayaran dan pengiriman.

3 konsen atau sorotan utama tersebut disebutkan oleh surveyor Harbolnas yaitu Nielsen Indonesia. Menurut survey yang dilakukan, para konsumen mengungkapkan jika dari tahun ke tahun, kualitas produk adalah konsen utama. Hal tersebut karena konsumen takut jika produk yang dibeli nantinya memiliki kualitas yang berbeda. Kualitas produk yang berbeda tersebut disebabkan karena berbagai macam faktor, misalnya karena penjual ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi sehingga membuat barang yang dijual tetap memiliki harga yang sama namun dengan kualitas yang berbeda bahkan kualitasnya lebih buruk dibandingkan dengan barang yang sebelumnya dijual.

Harbolnas 2017

Kedua adalah masalah payment. Menurut survey yang dilakukan menyebutkan jika kekhawatiran akan payment atau pembayaran meningkat dari tahun ke tahun yaitu dari 9, 13 dan naik hingga 17%. Walaupun kini banyak toko online terpercaya yang menyediakan tambahan pilihan untuk pembayaran misalnya lewat transfer bank, kredit, ataupun pembayaran langsung dengan melalui mini market yang bekerja sama dengan toko online tersebut, namun, kekhawatiran konsumen akan keamanan transaksi tersebut tetap ada.

Ketiga adalah mengenai delivery. Di harbolnas 2017, masalah delivery atau pengiriman barang mendapatkan sorotan dari konsumen dan kekhawatiran ini juga meningkat setiap tahunnya yaitu dari 8% ke 12% dan terakhir sebesar 15%. Kekhawatiran dari konsumen tersebut tidak hanya mengenai apakah barang akan sampai tepat pada waktunya namun juga proses pengiriman serta apakah saat dikirim barang tetap dalam kondisi yang bagus sehingga barang yang diterima oleh konsumen tersebut dalam kondisi seperti saat barang tersebut belum dikirimkan. Dari survey tersebut, toko online yang ada di Indonesia bisa memperhatikan kekhawatiran dari konsumen sehingga bisa menjadi salah satu persiapan untuk harbolnas.

Selain ketiga kekhawatiran atau sorotan akan harbolnas di tahun 2017, di moment tersebut juga diperkirakan transaksi yang akan tercapai dalam 1 hari harbolnas bisa mencapai lebih dari Rp 1,5-2 trilyun. Di tahun sebelumnya dimana harbolnas berlangsung selama 3 hari dan mampu menghasilkan transaksi hingga Rp 3,3 trilyun. Menurut survey yang dilakukan oleh Hielseon mengemukakan jika e-commerce tahun ini memiliki dukungan yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena akses internet yang naik mencapai 45%.

Nielsen, yang merupakan pihak yang melakukan survey, mengemukakan jika di 10 area di Indonesia memiliki kenaikan. Di 2017, tidak hanya jaringan internet yang naik atau berkembang namun juga jumlah masyarakat yang memiliki smartphone sehingga hal tersebut yang akan menyebabkan industri e-commerce menjadi naik. Terkait dengan pembayaran, payment atau pembayaran yang berkaitan dengan bank akan bertambah dan dari hasil survey didapatkan jika 29% pembelanja mempunyai tabungan dan 1% yang memiliki kartu kredit

Data yang diperoleh terkait dengan cara pembayaran tersebut, cukup stabil atau tidak terlalu banyak perubahan yang terjadi. Selain pembayaran terkait dengan bank misalnya dengan menggunakan ATM, penggunaan mobile money juga meningkat. Untuk produk yang dijual di harbolnas 2017, barang fashion seperti baju tetap menjadi barang atau produk yang paling banyak dibeli seperti harbolnas tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll Up
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE