Ini Penyebab Karyawan Kehilangan Motivasi Kerja

pekerja kehilangan motivasiMotivasi menjadi hal yang pening untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan semua tugasnya. Itulah sebabnya, perusahaan menganggap penting hal ini. Misalnya saja seperti memanfaatkan jasa assessment center Indonesia untuk bantu meningkatkan motivasi karyawannya. Dengan begitu, kinerja karyawan akan meningkat dan performa perusahaan juga ikut naik.

Namun, bagaimana jika perusahaan belum menggunakan asesmen online? Apakah artinya perusahaan tidak bisa mengataasinya ketika karyawan mulai kurang termotivasi? Tentu saja tidak. Perusahaan tetap bisa melakukannya dengan memahami penyebabnya agar bisa mendapatkan solusi yang terbaik.

Berikut ini adalah beberapa penyebab hilangnya motivasi kerja dan cara menghadapinya berdasarkan situs hbr:

  • Value mismatch

Untuk apa sih mengerjakan ini? Tidak ada gunanya.

Tahukah Anda bahwa terkadang ada beberapa tugas yang dianggap tidak penting oleh karyawan sehingga mereka akan mengerjakannya dengan setengah hati. Berbeda dengan saat mereka mengerjakan sesuatu dengan value yang terlihat. Atau ketika tugas yang dikerjakan tidak sesuai dengan minat atau tugas utama mereka. Jika karyawan Anda mengalami penurunan motivasi akibat ini, maka Anda harus bisa menunjukkan pada mereka bahwa semua pekerjaan bernilai.

  • Lack of self-efficacy

“Saya tidak yakin bisa mengerjakan tugas ini.”

Ketika menemukan suatu tugas yang sulit, setiap orang mungkin akan merespon dengan cara yang berbeda. Pertama adalah semakin bersemangat karena tertantang untuk menyelesaikan tugas tersebut. Namun banyak juga yang justru menjadi kehilangan motivasi karena tidak merasa yakin bisa mengerjakannya. Untuk masalah ini, maka Anda harus mampu membangun kepercayaan diri mereka. Misalnya dengan saling berbagi pengalaman dan mengomunikasikan kesulitan yang mereka hadapi terkait pekerjaan tersebut.

Namun, hal berbeda terjadi jika yang dihadapi adalah karyawan dengan sifat overconfident. Sebab mereka kehilangan motivasi karena menganggap tugas tersebut terlalu mudah. Untuk menghadapi karyawan ini bukan hal mudah dan Anda harus meyakinkan mereka bahwa penilaian terhadap tugas tersebut salah.

  • Disruptive emotions

“Saya sedang tidak bahagia dan tidak ingin mengerjakan tugas ini.”

Tidak ada seorang pun yang tidak pernah benar-benar bebas dari rasa stres. Banyak yang bisa mengelolanya dengan baik sehingga tidak memengaruhi aktivitas kesehariannya. Namun, banyak juga yang tidak mampu mengelolanya karena berbagai penyebab, dan akhirnya menimbulkan rasa tidak nyaman, gelisah, tidak bahagia, dan sebagainya. Jika karyawan Anda mengalaminya, maka ajaklah mereka bicara secara pribadi. Jadilah pendengar setia dan jangan memberi penilaian setuju atau tidak setuju atas suatu kondisi. Biarkan karyawan Anda mengeluarkan semua beban pikirannya sehingga ia akan merasa lebih nyaman.

  • Attribution Errors

“Saya tidak paham apa yang salah dengan semuanya.”

Terkadang ada satu masalah di mana karyawan sendiri mengalami kesulitan menemukannya. Baik terkait tugas saat itu, time management sehingga tugas sering tidak selesai, dan sebagainya. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mendiskusikan kesulitan yang dihadapi oleh karyawan. Dengan begitu, Anda mungkin bisa menemukan akar penyebab masalah yang dihadapi oleh karyawan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mengalami penurunan motivasi karena salah satu dari poin di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.