Kenapa Luka pada Penderita Diabetes Sulit Sembuh?

diabetes lukaBagi penderita diabetes, luka sekecil sayatan pisau saja bisa menjadi sebuah masalah. Maka tak heran jika luka yang lebih besar perlu penanganan yang tepat dan cepat. Akan tetapi, di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, mengunjungi rumah sakit adalah aktivitas yang patut dihindari oleh seorang pengidap diabetes. Lantas, bagaimana jika ia butuh perawatan medis secepatnya? Barangkali ia bisa mempertimbangkan layanan perawat ke rumah yang bisa membantunya mengobati luka ataupun memberinya perawatan medis urgen.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, luka pada tubuh pengidap diabetes cukup sulit untuk disembuhkan. Beberapa faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Level glukosa. Melansir situs Wound Source, alasan pertama luka pada penderita diabetes sulit sembuh adalah level glukosa yang terdapat dalam darah. Diabetes membuat tubuh penderitanya tidak mampu mengontrol level glukosa dengan baik. Sehingga, pasien kesulitan mengatur kadar gula darah pada level normal. Ketika glukosa darah tinggi, tubuh mengalami perubahan. Kemudian, efek perubahan pada tubuh inilah yang menyebabkan luka sulit sembuh.
  2. Neuropati. Neuropati adalah gangguan yang terjadi pada saraf seseorang. Ketika gula darah penderita diabetes tinggi, saraf-saraf dalam tubuhnya bisa menjadi rusak. Akibatnya adalah saraf tidak beregenerasi dan bisa mematikan alarm rasa sakit atau nyeri dalam tubuh menghilang. Sehingga, ketika tubuh mengalami luka, penderita diabetes tidak akan merasakan sakit sedikit pun. Pada akhirnya, luka menjadi semakin parah dan sulit untuk disembuhkan.
  3. Masalah sirkulasi. Sirkulasi darah di lokasi luka sangatlah penting untuk proses penyembuhan. Sayangnya, hal ini tidak bisa terjadi dalam tubuh pengidap diabetes yang mengalami penyempitan pembuluh darah. Sebab ketika pembuluh darah menyempit, sirkulasi oksigen dan darah menuju luka akan melambat. Sebagai akibatnya, luka akan cukup lama untuk sembuh.
  4. Lemahnya sistem imun tubuh. Kenaikan pada kadar gula darah dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi seperti luka. Sebab, sel-sel kekebalan tidak berfungsi secara efektif untuk menyembuhkan luka saat glukosa meningkat. Dengan demikian, infeksi justru akan semakin meluas sementara penyembuhan luka tidak bisa berjalan dengan cepat.
  5. Peradangan kronis. Peradangan atau pembengkakan adalah satu tahap alami dari penyembuhan luka. Akan tetapi, tahap peradangan pada tubuh penderita diabetes cenderung berlangsung terlalu lama, hingga akhirnya luka menjadi semakin parah. Jika sudah begini, keseimbangan tubuh untuk memproduksi dan menurunkan jumlah kolagen menjadi hilang, dan luka pun tidak akan sembuh total.

Itulah dia ulasan tentang kenapa luka pada pasien diabetes sulit sembuh. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.