Macam-Macam Mekanisme Ledakan dalam Industri Pertambangan

ledakan tambangSektor pertambangan, terutama yang di bawah tanah, merupakan satu dari sedikit lapangan kerja dengan risiko kecelakaan tertinggi. Pasalnya, proses produksi industri ini berkaitan langsung dengan bahan mudah terbakar, panas, serta oksigen, yang merupakan tiga komponen penyulut api dan pemicu ledakan. Meski lokasi pertambangan sudah dilengkapi dengan mining fire suppression system yang mumpuni, kecelakaan berupa ledakan tidak bisa dihindari seratus persen. Oleh sebab itu, mengetahui macam-macam mekanisme ledakan di lokasi pertambangan menjadi penting agar pekerja dapat melakukan antisipasi yang lebih baik.

  1. Ledakan gas. Dilansir dari situs The Balance, ledakan gas metana merupakan mekanisme ledakan pada pertambangan batu bara yang paling sering terjadi. Sebab, gas yang bersifat eksplosif ini banyak terperangkap dalam lapisan batu bara. Sehingga, kesalahan mekanis seperti alat yang tidak digunakan sesuai prosedur atau tidak berfungsi (misalkan komponen lampu atau listriknya rusak) menjadi penyebab utama ledakan gas ini di kawasan pertambangan batu bara. Selain itu, penggunaan bahan peledak di lokasi tambang bawah tanah yang tidak tepat juga merupakan pemicu lain ledakan gas metana.
  2. Ledakan debu batu bara. Mengutip laman Wikipedia, debu batu bara memiliki luas permukaan yang jauh lebih banyak per satuan beratnya serta lebih rentan terhadap sulutan api dibandingkan bongkahan batu bara. Sehingga, gudang atau lokasi penyimpanan batu bara yang hampir kosong memiliki risiko ledakan yang lebih besar. Untuk itu, memasang lampu pengaman, menambahkan pundi-pundi debu batu ke gudang penyimpanan batu bara, serta memastikan ventilasi gedung tertutup dari sulutan api wajib dilakukan oleh pekerja. Laman MVS Engineering menyebutkan bahaya dari ledakan debu batu bara di udara bergantung pada beberapa faktor, seperti konsentrasi debu dan keberadaan gas metana, kehalusan debu, jenis batu bara, dan kekuatan sulutan api. 
  3. Ledakan debu sulfida. Menurut MVS Engineering, ledakan debu sulfida tidak punya daya rusak separah debu batu bara. Namun, tak berarti mekanisme ledakan ini bisa disepelekan. Pasalnya, efek samping dari ledakan ini adalah produksi gas sulfur dioksida sangat beracun yang menyebar selama beberapa jam, terutama bila kontrol ventilasi udara sudah terganggu. Gas ini kemudian akan bereaksi dengan uap air hingga menimbulkan masalah korosi. Ledakan debu sulfida umumnya terjadi ketika proses peledakan bijih tambang yang mengandung lebih dari 40 persen sulfur. 

Itu dia 3 macam mekanisme ledakan yang umum terjadi di lokasi pertambangan. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.