Mengenal Eczema, Peradangan yang Banyak Terjadi ketika Pandemi

eczemaSejak status pandemi ditetapkan WHO pada Maret silam, cuci tangan menjadi sebuah kegiatan wajib bagi siapa pun selepas memegang atau melakukan suatu hal. Upaya ini baik untuk mencegah paparan coronavirus. Namun bagi sebagian orang, rajin cuci tangan justru membuatnya mengalami eczema atau eksem. Sebelum kita membahas kondisi kesehatan ini, periksa dulu polis asuransi kesehatan milikmu, apakah ia melindungimu dari kondisi ini juga?

Apa itu eczema?

Mengutip laman Medical News Today, eczema—atau eksem dalam bahasa Indonesia—adalah sebuah kondisi inflamasi yang membuat kulit meradang, terasa gatal, pecah-pecah, dan menjadi kasar. Sebagian tipe eksem bahkan bisa membuat kulit melepuh.

Eczema secara umum terbagi ke dalam lima tipe, yakni dermatitis kontak iritan, eksem dishidrotik, neurodermatitis, eksem diskoid, dan dermatitis statis. Sampai saat ini, ahli kesehatan masih belum menemukan penyebab pasti kondisi ini. Akan tetapi, banyak dari mereka meyakini jika eczema bisa terjadi karena faktor lingkungan dan genetika keluarga.

Lantas, mengapa penyakit peradangan kulit ini marak terjadi saat pandemi COVID-19?

Eczema dan pandemi COVID-19

Beberapa hari setelah status pandemi ditetapkan, kontributor situs Allure sudah menuliskan tentang fakta bahwa adanya kenaikan yang cukup signifikan pada pasien dengan kondisi eksem saat COVID-19 terjadi. Hal ini tidak lain karena aktivitas cuci tangan yang dewasa ini menjadi kegiatan wajib setiap orang.

Pasalnya, terlalu sering cuci tangan dengan sabun bisa mengupas sebum—atau lapisan terluar kulit dari lemak dan minyak sehat—dan membuat kulit mengering. Saat sebum terkelupas, tidak ada lagi lapisan kulit yang bisa menjaga kelembapan kulit dan melindunginya dari bakteri. Sehingga, kulit kering akan memerah, mengelupas, terasa gatal, bahkan pecah-pecah. Begitulah penjelasan singkat Shari Marchbein, seorang dokter kulit bersertifikat dan asisten profesor dermatologi klinis di NYU School of Medicine.

Bisakah eksem dicegah?

Jawabannya adalah bisa. Untuk mencegah eksem karena sering mencuci tangan, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Gunakan sabun tanpa bilas (rendah pH)
  • Pilih sabun batangan tanpa wewangian
  • Pakai hand sanitizer berbahan dasar alkohol
  • Keringkan tangan sampai bersih

Meski begitu, perlu diingat kembali jika kondisi ini kemungkinan besar bisa terjadi karena faktor lingkungan dan genetika keluarga. Jadi, walaupun kamu sudah melakukan beberapa pencegahan di atas namun ada histori eksem pada keluargamu, kemungkinan kamu untuk terkena eksem juga tetap tinggi, ya.

Demikianlah ulasan tentang eczema dalam situasi pandemi COVID-19. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.