Mengenal Wanprestasi Kredit, Penyebab, dan Hukumnya!

kredit mobilTepat waktu dalam membayar angsuran Kredit Mobil Mitsubishi memang dianjurkan guna menghindari kredit macet. Dalam hukum perdata, kredit macet juga dikenal dengan wanprestasi atau ingkar janji. Istilah wanprestasi ini sendiri berasal dari bahasa Belanda, “wanprestatie”, yang berarti tidak dipenuhinya kewajiban yang telah ditetapkan oleh pihak tertentu.

Sementara itu, mengutip laman hukumonline, wanprestasi diartikan pelaksanaan kewajiban yang tidak dipenuhi oleh pihak debitur karena lalai dalam membayar cicilan kreditnya. Ketika terjadi wanprestasi ini, biasanya pihak kreditor berhak untuk mengeksekusi serta mengambil kembali barang yang sudah dibeli debitur.

Terdapat beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya wanprestasi ini, yakni:

  • Debitur lalai dalam membayar kewajibannya. Seperti yang sudah disinggung di atas, terjadinya wanprestasi diakibatkan oleh kelalaian pihak debitur yang tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar kredit. Di mana, kelalaian yang dilakukan ini dapat menimbulkan kerugian, terutama untuk pihak kreditor.
  • Terjadi force majeure atau overmacht. Tidak terpenuhinya kewajiban karena terjadi peristiwa di luar kemauan maupun kemampuan debitur. Akibat peristiwa tersebut sehingga menimbulkan kerugian yang disebabkan oleh kejadian di luar kesalahan salah satu pihak.

Bagi pihak debitur yang melakukan wanprestasi ini, maka akan mendapatkan hukuman dan sangsi, berikut di antaranya:

  • Membayar ganti rugi

Debitur diwajibkan untuk membayar ganti rugi jika merusak sekaligus memusnahkan barang-barang milik kreditor. Ketentuan ganti rugi ini diatur langsung dalam pasal 1246KUHPerdata yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni bunga, biaya, dan rugi. Biasanya, ganti rugi ini dihitung berdasarkan pada nilai uang dan harus berbentuk uang.

  • Pembatalan perjanjian

Menurut pasal 1266KUHPerdata yang dikutip dari hukumonline, syarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuan yang timbal balik, andaikata salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya. Dengan demikian, persetujuan yang dilakukan tidak batal demi hukum, akan tetapi pembatalan harus diminta ke pihak pengadilkan.

  • Peralihan risiko

Seperti yang tercantum dalam KUHPerdata pasal 1237, debitur wajib membayar ganti rugi biaya maupun bunga jika lalai dalam menjaga sekaligus tidak mampu menyerahkan kembali sebuah barang. Akibat hal tersebut terjadi peralihan risiko yang akhirnya menjadi tanggung jawab debitur.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian wanprestasi, penyebab, serta hukum dan sangsi yang diberikan jika lalai dalam memenuhi kewajiban dalam membayar cicilan kredit. Semoga informasinya bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.