Perlukah Mencuci Daging Sebelum Diolah?

dagingMencuci daging sebelum diolah, merupakan hal yang umum dilakukan oleh masyarakat. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga diberbagai negara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa daging yang akan diolah dalam kondisi bersih dari beragam kotoran dan juga bakteri yang menempel.

Namun, tahukah kamu bahwa ternyata hal ini justru bisa berbahaya?

Dalam situs medicalnewstoday dijelaskan bahwa kebiasaan mencuci daging, baik daging merah maupun daging ayam, justru berpotensi menimbulkan bahaya. Sebab, daging merupakan bahan makanan yang umum mengandung bakteri salmonella dan campylobacter yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Menurut situs nhs.uk, ditemukan bahwa bakteri campylobacter merupakan penyebab utama terjadinya keracunan makanan di sana. Padahal menurut penelitian, 50% ayam yang dijual di sana mengandung bakteri ini.

Banyak yang berpikir bahwa mencuci daging dengan air hingga bersih dapat membantu menghilangkan bakteri ini. Padahal, bakteri ini tidak akan hilang meskipun kamu mencucinya hingga berulang kali. Kebiasaan tersebut justru bisa menyebabkan bakteri menyebar ke seluruh permukaan peralatan masak dan juga pakaian serta tanganmu. Hal ini bisa terjadi karena pada saat kamu mencuci daging tersebut, percikan air akan menyebar ke segala arah.

Lalu, bagaimana cara yang paling aman saat mengonsumsi daging agar terbebas dari ancaman bakteri ini?

Cara yang paling tepat adalah dengan memasangnya dalam suhu yang cukup tinggi hingga suhu internalnya yaitu sekitar 145OF atau sekitar 62,7OC. Jika kamu memiliki termometer masak, maka kamu bisa menggunakannya. Namun jika tidak, kamu bisa memasaknya hingga daging sudah benar-benar matang sehingga bakteri di dalamnya sudah pasti akan mati.

Bagaimana untuk daging yang dibekukan? Apakah hal yang sama juga berlaku ataukah harus dicuci terlebih dahulu?

Daging yang akan dibekukan juga tidak boleh dicuci terlebih dahulu. Biarkan daging dalam kondisi apa adanya saat dibekukan karena ketika daging berada dalam suhu beku atau 0OC, bakteri yang ada tidak akan semakin berkembang. Dan bakteri tersebut akan mati pada saat nanti kamu memasaknya.

Namun yang perlu diingat, ada baiknya jika kamu menyimpan daging dalam beberapa porsi. Dengan begitu, kamu hanya perlu mencairkan daging dengan jumlah sesuai kebutuhan sehingga kemungkinan daging terpapar bakteri dapat diminimalis. Semoga bermanfaat! (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.