Trimester Keempat, Kapan dan Apa yang Harus Mom Ketahui?

hamilSejak hamil dan rutin mengunjungi dokter kandungan, Mom tentu sering mendengar istilah trimester pertama, kedua, dan ketiga. Sebab, ketiga istilah ini menjadi patokan pembagian fase kehamilan seorang ibu mengandung. Hanya saja, belakangan ini para dokter kandungan mulai ‘menciptakan’ istilah trimester keempat atau 4th trimester, yang terjadi setelah semua proses persiapan persalinan selesai dilakukan. Memangnya kapan, sih, waktu 4th trimester itu? Simak ulasan lengkapnya dalam kelanjutan artikel ini, ya, Mom!

Kapan waktu trimester keempat?

Mengutip laman Happiest Baby, istilah trimester keempat diciptakan oleh Dr. Harvey Karp. Menurutnya, fase tersebut merujuk pada tiga bulan pertama usia bayi setelah ia dilahirkan ke dunia. Ia menilai bahwa 4th trimester harus mulai dipahami juga oleh ibu-ibu agar Moms tahu apa yang betul-betul diinginkan si bayi pada periode tersebut. Dengan begitu, Mom bisa mengurangi kelelahan fisik dan mental yang Mom rasakan setelah melahirkan.

Perubahan pada trimester keempat

Setidaknya, ada tiga perubahan utama yang akan Mom hadapi dalam fase ini.

Perubahan pertama adalah transisi hormon serta organ-organ tubuh. Beberapa pekan setelah melahirkan, semua bagian dalam tubuh Mom akan ‘bergerak’ kembali ke posisi sebelum melahirkan. Kemudian, air susu Mom juga akan mulai muncul.

Perubahan kedua, yang terjadi di saat bersamaan dengan perubahan pertama, adalah momen pendarahan setelah melahirkan. Proses ini sebetulnya normal bagi setiap perempuan yang habis melahirkan. Namun, tentunya pengalaman ini bukanlah hal yang menyenangkan; terlebih bagi ibu yang melakukan operasi Caesar.

Perubahan ketiga adalah peralihan bentuk tubuh. Meski rata-rata fisik ibu hamil sudah kembali normal 6 minggu setelah melahirkan, kondisi fitnya tentu sudah tidak sama lagi dengan masa ketika Mom belum hamil. Untuk itu, Mom tidak perlu merasa kecil hati dan harus berupaya belajar menerima bentuk tubuh sendiri.

Pertumbuhan si kecil di masa trimester keempat

Sama seperti ibu yang mengalami banyak perubahan, bayi pada trimester keempat juga harus menghadapi banyak hal-hal baru dalam harinya. Sebagai contoh, ia mesti beradaptasi dengan ‘dunia luar’ baik itu dari sisi kenyamanan, jam tidur, jam makan, juga waktu buang air.

Itulah kenapa bayi baru lahir cenderung sangat rewel dan mudah menangis. Meski begitu, Mom tidak usah khawatir, ya! Pasalnya, masa pertumbuhan si kecil pada fase ini akan berubah kembali di bulan ketiga atau keempat setelah ia lahir.

Trimester keempat, menurut para dokter, adalah masa-masa sulit bagi ibu baru sekaligus si kecil. Untuk itu, Mom jangan segan-segan buat meminta bantuan Dad atau anggota keluarga lain, mencari ‘teman sejawat’, pun memedulikan diri sendiri, ya, Mom! Semoga informasi dalam artikel ini akan cukup membantu Mom menghadapi 4th trimester. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.